Sabtu, 02 Januari 2010

metode kebuntingan secara hormonal

Metode deteksi kebuntingan dengan hormonal antara lain dengan menggunakan hormon progesteron, dan immunilogic. Bukti kimia atas terjadinya konsepsi adalah dengan adanya peningkatan konsentrasi hormon progesteron dalam darah yang berfungsi untuk implantasi dan mempertahankan kebuntingan serta penurunan konsentrasi hormon estrogen dalam darah. Kelebihan dalam sistem ini, lebih mudah dilakukan, data bisa dibaca secara kuantitatif serta kelemahanya adalah; reaksi cukup lama, masa kebuntingan menghambat terjadinya reaksi aglutinasi dan dapat membunuh anti gen khusus (Hunter, 1995). Menurut pendapat (Hafez, 1993) penggunaan hormon progesteron berhubungan dengan terbentuknya estrone sulfat, estradiol 17 dan estradiol 17 dalam urine sebagai akibat ekresi hormon estrogen dalam darah pada kebuntingan, sedangkan penggunaan immunologic merangsang munculnya Early Pregnancy Factor (EPF). Salah satu diagnosa atau pemeriksaan kebuntingan ternak secara hormonal, dilakukan dengan penggunaan FeCl3 dan (NH4)6 Mo7 O24 4H2O yang digunakan untuk mengamati ada atau tidak ikatan ion fenol yang mencirikan adanya estrogen didalam urin (Samsudewa et al., 2003). Penentuan bunting atau tidak bunting dapat dilihat jika positif menunjukan terbentuknya suspensi hitam kecoklatan saat penetesan larutan pendahuluan dan terbentuknya endapan hitam kecoklatan yang berasal dari suspensi pada saat penetesan larutan penegas, sehingga hasil akhir yang dapat diamati terdapat tiga lapisan yaitu suspensi, larutan jernih ditengah dan endapan. Negatif menunjukan bahan yang tercampur secara homogen dengan urin tanpa adanya suspensi ataupun endapan. Positif negatif terbentuknya suspensi hitam kecoklatan saat penetesan bahan pertama tetapi pada penetesan bahan kedua tercampur secara homogen dengan urine (Samsudewa et al., 2004).


Daftar Pustaka

Hafez, E.S.E. 1993. Reproduction in Farm Animal. 5 Edition. Lea and Febiger. Philadelphia.


Hunter, R.F.H. 1995. Fisiologi dan Teknologi Reproduksi Hewan Betina Domestik. ITB. Bandung.

Samsudewa, D. A. Lukman dan E. Sugianto. 2003. Identifikasi Ion Fenol dalam Urine Sebagai Alternatif metode Deteksi Kebuntingan Ternak. Lomba Karya Inovatif Mahasiswa 2003. Universitas Diponegoro. Semarang.  

Samsudewa, D. A. Lukman dan E. Sugianto. 2004. Seminar Internal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, 13 April 2004. Universitas Diponegoro. Semarang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar